Wamenpar Dorong Kuliner Bali dan Program MBG Dikelola Profesional

Kuliner Bali dan program MBG didorong dikelola lebih profesional untuk mendukung pariwisata dan kualitas gizi masyarakat.

Abel Natasha

5/28/20262 min read

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa menilai kuliner tradisional Bali harus terus diperkuat sebagai bagian dari identitas destinasi wisata. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah I DPD APJI Bali 2026 di Denpasar, Senin (25/5).

Menurut Ni Luh Puspa, makanan bukan sekadar produk konsumsi, tetapi juga representasi budaya dan nilai lokal yang memperkaya pengalaman wisatawan. Karena itu, kualitas jasa boga dan kuliner tradisional perlu terus ditingkatkan agar mampu mendukung konsep pariwisata berkualitas yang sedang dikembangkan pemerintah.

“Kuliner tradisional adalah bagian dari identitas Bali yang harus terus diangkat, dijaga, dan dipresentasikan dengan standar yang semakin baik,” ujarnya.

Ia mengapresiasi komitmen APJI Bali dalam meningkatkan kualitas pelaku jasa boga melalui pelatihan higienitas, keamanan pangan, penguatan makanan bergizi, hingga peningkatan standar penyajian dan pelayanan.

Menurut Ni Luh Puspa, ketika pelaku jasa boga naik kelas, maka yang diperkuat bukan hanya sektor usaha kuliner, tetapi juga keseluruhan ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah. Pelaku jasa boga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung hotel, restoran, kegiatan MICE, desa wisata, hingga berbagai acara budaya di Bali.

Ketua DPD APJI Bali I G.A. Agung Inda Trimafo Yudha mengatakan pihaknya ingin membangun pelaku jasa boga yang lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri modern.

“Jasa boga bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga kualitas, pelayanan, keberlanjutan, dan kontribusi terhadap ekonomi daerah,” kata Inda.

Dalam Rakerda tersebut, APJI Bali juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) Bali terkait penguatan sinergi bidang makanan bergizi dan ketahanan pangan.

Ketua DPW Gapembi Bali AA Istri Yuli Savita Sari atau Geg Yuli menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan secara profesional karena memiliki standar tinggi dan menyangkut kebutuhan gizi masyarakat.

“Industri dapur MBG ini bukan katering biasa, tetapi sudah seperti katering industrial sehingga harus dijalankan serius dan mengikuti training,” ujarnya.

Ia menambahkan Gapembi Bali siap memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra, relawan, maupun pengelola dapur MBG agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, termasuk di wilayah 3T atau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Selain sidang pleno, Rakerda APJI Bali juga menghadirkan Sustainable Market dan talkshow mengenai ketahanan pangan, food waste, sustainability, serta inovasi jasa boga guna memperluas wawasan anggota menghadapi perkembangan industri kuliner dan pariwisata Bali

Second Floor Junglegold Bali
Jl. Bypass Ngurah Rai No.25
Sanur, Denpasar Selatan
Kota Denpasar, Bali 80237

+62 857-3978-5802 info@apjibali.com